
Jakarta, Ibrailler Indonesia
—
Pemerintah sudah menetapkan mandatori bahan bakar minyak (BBM) diesel terbaru, biodiesel
B50
, mulai 1 Juli 2026. Penerapannya dimulai bertahap, tetapi masih ada yang pertanyaan belum terjawab yaitu berapa harganya.
Sejauh ini pemerintah belum mengumumkan harga B50. Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Laode Sulaeman sebelumnya mengatakan banderol B50 akan mengikuti formula dan mekanisme penetapan harga solar yang berlaku saat ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kini, harga BBM diesel jenis solar subsidi dengan standar B40 yang ditetapkan pemerintah berada di level Rp6.800 per liter. Sementara BBM nonsubsidi Dexlite banderolnya Rp19.700 dan Dex Rp21.150.
“Kalau harga kan mengikuti harga BBM yang sudah biasanya saja, enggak ada hal khusus,” ujar Laode di Jakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Laode memastikan implementasi B50 akan dilakukan secara nasional. Pemerintah juga menyiapkan masa transisi selama tiga bulan untuk menghabiskan stok B40 yang masih tersedia sekaligus menyesuaikan proses pencampuran (blending).
“Secara nasional. Secara nasional tentu ada masa jeda untuk penyesuaiannya ya. Jadi, artinya kan masih ada sisa-sisa B40 itu dihabiskan dulu, diberi waktu sampai dengan 3 bulan. Jadi, penyesuaiannya hingga menjadi 100 persen pemulihan ke B50,” katanya.
B50 merupakan kelanjutan dari program mandatori biodiesel yang sebelumnya dimulai dari B20, kemudian meningkat menjadi B30, B40, dan kini B50.
Apa itu B50?
B50 merupakan campuran 50 persen biodiesel atau Fatty Acid Methyl Ester (FAME) berbasis kelapa sawit dengan 50 persen solar fosil. Artinya kandungan biodiesel yang digunakan lebih tinggi 10 persen dari B40.
Jelang peluncurannya, bbm ini juga sudah melalui beragam macam pengujian.
Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Eniya Listiani Dewi menyampaikan uji B50 ini dimulai dari laboratorium awal 2025.
Kemudian dilanjutkan dengan uji penggunaan B50 pada mesin Diesel sejak Desember 2025 di sejumlah sektor pengguna yaitu otomotif, angkutan laut, mesin dan alat pertanian, mesin dan alat berat tambang, kereta api dan pembangkit. Sektor otomotif dikatakan menjadi salah satu fokus utama dalam memastikan kesiapan implementasi B50, termasuk melalui uji jalan pada kondisi operasional harian.
Hingga April 2026, hasil sementara uji jalan menunjukkan penggunaan B50 pada kendaraan diesel berada dalam kondisi aman dan tidak ditemukan kendala signifikan.
Lalu uji jalan kendaraan kategori di atas 3,5 ton seluruhnya telah selesai melaksanakan target jarak tempuh 40.000 km, sedangkan untuk di bawah 3,5 ton baru sampai 40.000 km dari target 50.000 km dengan kondisi mesin dan filter bahan bakar dalam kategori baik serta masih berada dalam batas standar yang direkomendasikan pabrikan.
“Pada Mei nanti semua (kendaraan) sektor otomotif untuk di bawah 3,5 ton mencapai target 50 ribu km. Setelah selesai 50 ribu km, nanti ada pengecekan semua engine. Untuk kendaraan di atas 3,5 ton sudah selesai memenuhi target jarak tempuh 40 ribu km,” ucap Eniya.
Adapun hasil pengujian menunjukkan kualitas bahan bakar B100 untuk campuran 50% (B50) telah memenuhi spesifikasi yang dipersyaratkan, khususnya pada parameter untuk perbaikan yaitu kadar air, monogliserida dan kestabilan oksidasi sesuai rekomendasi Komite Teknis Bioenergi cair.
Rinciannya, kadar air menjadi maksimum sebesar 300 ppm dari 320 ppm untuk B40, monogliserida menjadi maksimum 0,47 % massa dari 0,5 % massa untuk B40 dan kestabilan oksidasi menjadi minimal 900 menit dari minimal 720 menit untuk B40.
(ryh/fea)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video Ibrailler]
Baca lagi: Transmart Full Day Sale, Sepeda Listrik Terjun Bebas Mulai Rp3 Jutaan
Baca lagi: PM Singapura ke RI, Polisi Atur Lalu Lintas di 8 Ruas Jalan Jakarta
Baca lagi: Maliq & D’Essentials Terharu Nonton Musikal Senja Teduh Pelita




11 Responses
Wah, gila sih penjelasannya clear banget! Btw, kemaren gw juga nemu referensi tambahan di http://akhmadiinkhotkhon-1.ub.gov.mn/?p=1115 bahasannya mirip-mirip dan oke juga buat dibaca.
Tulisan ini punya jiwa. Karakter penulisnya kuat banget dan penyampaian pesannya ngena ke hati https://www.kufirst.center.ku.ac.th/food-microbiology-contest-4/ sangat saya tunggu artikel lain nya yang seperti ini
Wah baru kepikiran soal perspektif ini. Makasih admin udah nulis. Tadi sempet browsing juga dan ternyata https://magic.ly/melmelku/Dampak-Polusi-terhadap-Kesehatan ngebahas hal yang lumayan mirip.
Top banget artikelnya! Nggak nyesel nyempetin waktu buat baca. Barangkali butuh bacaan tambahan, referensi dari https://magic.ly/rista/Memahami-Dinamika-Industri-Hiburan-Digital-di-Masa-Kini juga patut buat dicek.
Sebuah panduan taktis yang mengeliminasi proses trial-and-error yang melelahkan bagi para pemula https://www.kufirst.center.ku.ac.th/appropriatetechnologypr/
Kiat yang dibagikan memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi jika diterapkan secara konsisten https://www.kufirst.center.ku.ac.th/coe_ku_28042565_pic/ artikel ini memang menarik
Artikel ini sangat menyelamatkan saya dari kebingungan hari ini.http://opensource.platon.sk/forum/projects/viewtopic.php?p=12366371
Bahasanya mudah dimengerti banget buat pemula kayak saya. Kemaren sempet nyari-nyari juga dan nemu https://aroundsuannan.ssru.ac.th/index.php?action=profile;area=showposts;sa=topics;u=9414855 yang bahasannya sejalur sama ini.
Sebuah ulasan yang sangat berwibawa, menyodorkan alternatif solusi yang didukung oleh analisis komparatif yang matang https://ejewishphilanthropy.com/nadav-foundation-awards-grants-to-north-american-ngos/
Setuju banget sama poin-poin di artikel ini, saya jadi makin ngerti sekarang. Oh iya, buat temen-temen yang butuh bacaan sejenis, https://www.newswire.co.kr/newsRead.php?no=89835 juga bahas hal yang sama lho.
Artikel ini menjadi salah satu bacaan favorit saya hari ini. Saya juga menyempatkan diri mengunjungi [https://hypothes.is/search?q=tag%3AArchive&page=1](https://hypothes.is/search?q=tag%3AArchive&page=1).